PUISI-PUISI CINTA (Bagian Pertama)
Pada Saatnya
Pada Saatnya,
Ketika musim berganti
Dan gugusan mendung yang ranum
Menitikkan tetes hujan pertama
Biduk yang kukayuh akan merapat ke dermagamu
Menyibak kabut keraguan
Lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu
Pada Saatnya,
Di ujung perjalanan
Akan kubingkai binar matamu
Bersama gelegak gairah jiwaku
Menjadi lukisan indah di lekuk cakrawala
Dalam leleh cahaya bulan melumuri langit
ditingkah semilir angin laut dan tarian ombak
membelai lembut kristal pasir pantai
Pada Saatnya,
Akan kubuatmu terjaga dari lelap tidur
lalu bersama merajut impian yang tak segera usai,
Dalam genangan cinta dipalung kalbu
Dan getar cumbu tak berkesudahan
Tentang Kehilangan, Tentang Pengorbanan
Ceritakan padaku tentang pedihnya sebuah kehilangan
Yang terbang diatas awan senja merah saga
Dan menyisakan ngilu menikam didada
Dalam derap waktu yang bergegas
Agar segera kubaluri hatimu
Dengan sejuk bening embun
Dan tulus cintaku
Ceritakan padaku tentang perihnya sebuah pengorbanan
Yang membakar habis segenap asamu
Dan meninggalkan sepotong lara mengendap di dasar kalbu
Agar kubuatkan untukmu
Rumah diatas awan
tepat dipuncak larik pelangi
Yang kubangun dari setiap desir rindu dan
Khayalan merangkai impian bersamamu
Dari bilik hatiku, yang senantiasa percaya
Kebahagiaan kita adalah
keniscayaan tak terlerai
Malam Pengantin
Biarkan degup jantung kita berpadu
Dalam hasrat menyala, yang sudah tersimpan rapi
Sejak cinta kita tumbuh pada awalnya
bagai matahari pagi terbit mendaki bukit demi bukit
Hingga kupasangkan cincin perkawinan
Sebagai tambatan akhir pengembaraanku
Biarkan rindu kita luluh bersama malam
Dalam lembut cahaya bulan dan kerlip kunang-kunang
Lalu perlahan membakar kedua sukma kita
Diatas ranjang peraduan beraroma kenanga
Kemudian terbang menyusuri awan
Hingga kaki langit tempat segala kenangan tentang kita
bersemayam abadi sepanjang musim
Biarkan bintang mendelik cemburu
Pada gelora cinta kita yang membias hingga batas cakrawala
Lalu berpendar indah di seantero angkasa
Dan menepis segala kesangsian
Bahwa Biduk yang kita kayuh berdua
Akan mampu meredakan sejuta badai
Sajak Rindu
Pernahkah kau bayangkan
Rangkaian mimpi yang kupahat di temaram langit
Adalah wujud rinduku yang luruh dalam hening
Dan tenggelam dalam kerik jengkerik di beranda
Pernahkah kau bayangkan
Disetiap rentang waktu yang riuh
dimana kurekat erat binar matamu
Selalu kutitipkan harap disana
Dalam desau angin dan desir gerimis senja
Pernahkah kau bayangkan
Pada kelopak mawar disudut taman
Dan jernih embun yang menitik diatasnya
Kusimpan gigil gairahku yang membara padamu
Disetiap tarikan nafas
saat kulukis paras purnamamu di kanvas hatiku
Penantian Tiada Arti
matahari menyinari kamar ini
ku dengar kokok ayam menyambut pagi
setiap hari selalu begini
menanti dan menanti lagi
ku matikan televisi ku
ku benahi ranjang kecil ku
ku tata ruang kamar ku
ku buang sampah makanan ku
ku pergi ke kamar mandi
membersihkan diri ini
juga menggosok gigi
tak lupa ku makan pagi
menanti kehadiranmu ke sini
mungkin kah itu hanya mimpi
atau hanya harapan yg dingin
yg tak kan pernah ku miliki
telpon dari mu cukup membuat ku tersenyum
tersenyum kagum melihat kau peduli thd ku
walau sedetik aku mendengarkan suaramu
cukup untuk senyum 1 menit ku
ku hanya berharap
semoga kau sehat-sehat saja
krn ku membutuhkan perhatian mu
krn ku sayang kepada mu
Yang Terpendam
Saat…
Kudengar lagi suaranya
Hanya bahagia memenuhi isi dada
Karna, kita bisa jalan berdua
Ketika…
Kau genggam erat tanganku
Melangkah dalam diam dan ragu
Aku hanya bisa tergugu, serba kelu
Bicaralah,…
Aku hanya bisa menjaga sisi hati
Agar kita bisa semakin dekat berdiri
Dalam bisu, tanpa ada kata ..mengiringi
Ah…bicaralah
Agar yang terpendam sejak lama
Bisa mengikat hati kita
Dalam CINTA
Perahu itu..
Saat, keinginan berlayar tak tertahan
Kubawa hati mengarungi samudera nan terbungkus awan
Indah, seindah rasa menyelimuti harapan
Tentang asa, cita-cita dan masa depan
Kupenuhi perahu dengan segumpal CINTA
Kugantungi secercah cahaya sebagai penyerta
Kuhiasi dinding-dindingya dengan rindu yang sejuta
Kukayuh sesekali dengan cemburu dan air mata
Dan….
Ketika perahu terlalu sarat akan beban
Ketika terbentuk hasrat memiliki perahu tambahan
Ketika aku tak sanggup mengayuh sendirian
Aku tergulung ombak demikian kencang
Terguncang keras menerpa bebatuan karang
Meninggalkan cerita tentang harapan, terbuang
Mengikis gumpalan CINTA yang terlanjur memberi terang
Aku tenggelam
Perahuku karam
Nada-nada Bunga Zaitun
Jika semua sudah di akhir
kujalani bimbang sendiri
kautinggal tanpa sisipkannya padaku
tapi kaubongkar lagi ingatanku
Saat-saat itu berhenti sendirinya
senyum, tawa, canda,
kau melenggang tatapmu bebas
sosok rautmu tegar berbinar….
Namun….
Kini nada-nada bunga zaitun mekar
iringan jalan yang berlalu
tak sampai hati aku menarikmu…
kembali ke masa lalu.
KaNgEn
senyum mu yg slalu ku ingat
wajah mu yg bulat
bibir mu yg mengoda
& rambut mu yg menawan
seakan slalu ku bawa ke mimpi
setiap hari
setiap detik
setiap ku berlari
ingin ku bertemu lagi
dengan kau kekasih
pujaan hati
idaman tiap lelaki
ku tahu kau juga merindu ku
menutup mata & menahan pilu
biarkan ku di sini dulu
tuk mencari sesuatu
nanti kan lah kedatangan ku
ku kan datang kepadamu
jangan terlalu menghawatirkan ku
karna ku pasti akan kembali kepadamu
selalu…kubayangkan…
wajahmu…di setiap..relung hatiku…
yang lama kucari’…
tak’…kuasa…ku mencarimu…manis’…
yang akan…kubawa..engkau..
terbang..menuju..
awan yang bercahaya…nun’ jauh disana
dan kubawa kau dengan permadaniku.
kurindukan seorang…”teman”..
yang dapat…berbagi…perasaan..
perasaan yang di..ukir pada lubuk hatinya..
yang…kurangkai…dengan…jemariku..
sebuah kata…yang kutunggu…
dari…bibirmu..yang lembut
sebuah arti kehidupan yang…kunanti..
hidup bersamamu…di nirwana….
PARADISE
My hand reach up to the open sky
and a cloud danced through my out stretched fingers
softly, gently, he spoke to me in a whisper :
“My rain will make you grow,
My shade will comfort you,
My winds carry the sseeds of a new beginning
come with me – as one we will search for paradise.”
When I stood in my doubt
HE covered me with his coat, then said :
“As half you can see the paradise -
but together, completing each other,
we will be in paradise.”
PENANTIAN
Sekial lama ku mencari
sebuah hati yang kurindukan
Sekian lama ku menanti
dirimu yang ku impikan
Bimbang hati pun menjelma
Tatkala kau nyatakan cinta
Terucap kata janji setia
Membalut dua hati manusia
Badai hati pun menghalang
ombak pun menerjang
Namun cinta tetap bertahan
Bersimpuh direlung hati yang dalam
Kini perahu tlah ditambatkan
pada satu sisi kehidupan
masa yang terus berjalan
semoga menambah kedewasaan
dan cinta kan terus berjalan
cinta….
entah, apakah kata itu berarti bagiku
akankah aku pernah merasakan keindahannya
kedahsyatannya, dan kelembutannya
rasanya mustahil…
sesuatu yang tak kan pernah terlintas dalam setiap langkah hidupku
namun, ternyata waktu berkata lain
sentuhan kata-katamu mampu menggapai relung jiwaku
untaian kalimatmu mampu membuatku berpaling
sesaat menikmati keindahan rasa itu
aku tak ingin berpaling lagi
selamanya ingin kuberlindung di dalam kehangatan auramu
cinta…
sesuatu yang tak kan pernah kubayangkan
mampu mengusik kesunyianku
mentari
menyengat rerumputan
batu kering
api
membakar dada
menengadah
jemari mengusap
kehangatan
dikau memberi
isyarat
melambai gerak
api membakar
meliuk ganas
tanganmu
membasuh api
jemarimu menyapu
muka
aku terpana
“aku pemuja api,”
ujarmu lirih
padang terikpun
terentang
panjang
tak bertepi
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Terkini
- Dan buat lo yang lagi nyari referensi buat kado ultah, check this out. ;)
- Meaning of Datebirth Number
- Bulan Kelahiran Turut Menentukan Karakter Lho…
- Intip Karakter Cowok Lewat Zodiaknya Yuu!!
- Puisi Untuk Kekasihku
- Menyusun Melodi
- MUTIARA KATA (1833-1931)
- Love Of Soul “Persahabatan, Cinta dan Perbedaan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata…”
- PUISI-PUISI CINTA (Bagian Pertama)
- puisiii cintaaa….
- From Malacca to Seremban
- Selalu melangkah pada jarak dua anak panah…
-
Tautan
-
Arsip
- November 2008 (22)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS